Showing posts with label (Ejournal. Show all posts
Showing posts with label (Ejournal. Show all posts

Monday, March 8, 2010

Devenport, De Long dan Beers (1998)

Setelah mengkaji berbagai proyek pengembangan KM, juga sampai pada kesimpulan yang sama tentang hubungan antar manusia-ini. Mereka mengistilahkan sebagai "knowledge friendly culture" yang didalamnya mengandung unsur keleluasan dan kemaunan untuk saling berbagi pengetahuan. Jika kita kaitkan hal ini dengan pembahasan dialinia sebelumnya, maka jelaslah bahwa sebuah sistem representasi data tidak bisa berbuat apa apa kalau si pengelolanya tidak mampu menciptakan -- atau memberikan sumbangan kepada -- suasana yang paling percaya dan saling berbagi. Bahkan sebuah sistem representasi data yang tidak dilengkapi oleh upaya untuk membangun rasa percaya pemakainya ini akan hanya menjadi penghambat bagi pengembangan KM , atau menghabiskan biaya besar yang sia-sia.

Persoalan utama KM bukan pada pengelolaan data

Penulis berargumentasi lain.Persoalan utama pada KM buka pada pengelolaan data sebagaimana yang selama ini dianut kepustakawan pada umumnya. Kalau saja persoalannya adalah pengelolaan data, niscaya praktik-praktik klasik kepustakawan sudah cukup untuk mengatasinya.

Sebab begini:data mentah (raw data) tidak pernah ada, jika pengertiannya adalah sesuatu yang terpisah dari I dan K. Data hanya ada setelah orang punya banyangan tentang penggunaannya ( potential use), harapan kebergunaan (expectation), konteks, dan konstruk, (theoritical construct). Contoh adalah sebuah angka , misalnya 2.000.000. Angka ini tidak pernah ada, kalau kepadanya tidak dilekatkan potensi, harapan, konteks, dan konstruk. Ia menjadi ada, misalnya ,setelah kita menganggapnya sebagai nominal uang, dengan potensi untuk membeli sesuatu, dalam konteks tertentu untuk suatu keperluan tertentu. Tergantung dari jenis uangnya dan untuk apa uang itu, angka 2.000.000 sendiri "tidak ada apa-apanya".